Selasa, 07 Agustus 2012

Menentukan Tools Indikator Teknikal dan Fundamental

Ok, bicara kembali pada trading system, tentunya Anda harus mengetahui bagaimana melakukan analisa dan memperoleh profit dari sana. Setidaknya Anda memerlukan indikator teknikal dan fundamental untuk memprediksi 2 hal berikut:

1.  Mengetahui trend yang sedang terjadi dengan cepat dan akurat
2.  Saat yang tepat untuk melakukan entry

Untuk  dapat  mengetahui  2  hal  diatas,  tentu  saja  analisa  teknikal  dan  fundamental berperan disini. Yang pertama kali perlu Anda tentukan adalah indikator teknikal Anda. Sementara untuk fundamental pilihannya tidak banyak dan cukup ditambahkan belakangan pada sistem trading kita.

Ok mari kita mulai. Dapat dikatakan ini adalah engine dari trading system Anda kelak. Pertama untuk dapat mengetahui trend yang terjadi, kita harus menggunakan time frame yang lebih besar dan indikator tertentu untuk dapat mengukurnya. Mengapa tidak menggunakan time frame yang lebih kecil? Time frame yang lebih kecil akan lebih efektif apabila kita  menggunakannya sebagai penentu untuk  entryBahkan bila  kita menggunakan time frame yang lebih kecil, kita dapat terjebak oleh whipsaw dari pergerakan harga dikemudian hari.

Seperti kesepakatan semula bahwa diandaikan kita ini adalah seorang day trader maka kalau begitu time frame untuk menentukan trend yang terjadi adalah grafik 4H.

Untuk dapat menentukan trend yang terjadi pada sebuah grafik kita akan menggunakan 2 buah indikator. Satu untuk indikator trend follower dan satu lagi adalah indikator untuk menentukan titik Overbought dan Oversold. Anda tidak mau mengalami bahwa trend yang sedang terjadi ternyata sebentar lagi akan segera berakhir bukan? Nah untuk itulah kita perlu menambahkan Oscillator.

Untuk trend indicator, kita akan menggunakan Exponential Moving Average sebagai indikator  trend follower.  Dan  untuk  menentukan  area-area  OB  dan  OS  kita  akan menggunakan Stochastic Oscillator. Untuk periode yang digunakan, Exponential MA akan kita gunakan dengan periode 5 dan 10. Sementara itu Stochastic akan menggunakan periode (10,5,5).
Begini cara menggunakannya. Sebuah trend dapat  digolongkan  naik hanya bila XMA
5 berada diatas XMA 10 dan Stochastic tidak berada pada area OB (overbought) dan juga menunjukkan arah naik.

Sebaliknya donw  trend hanya  berlaku bila  XMA 5 berada dibawah XMA 10 dan
Stochastic tidak berada pada area OS (oversold) dan juga menunjukkan arah turun.

Rasanya hatersebut tidak terlalu sulit  bukan? Nah sekarang kita akan menentukan indikator untuk melakukan entry pembukaan posisi. Isi indikatornya kurang lebih sama yang berbeda hanyalah aturannya saja. Kalau timeframe dan seperangkat indikator diatas untuk menetukan trend kali ini adalah untuk menentukan kapan waktunya kita membuka sebuah posisi.

Time Frame yang digunakan adalah 15 menit atau dapat juga 30 menit. Indikatornya juga sama namun kali ini kita akan menambahkan satu lagi indikator Oscillator tambahan. Kita akan menambahkan sebuah indikator bernama Williams %R dengan periode 14 disini. Williams %R berguna untuk konfirmator lain bersama dengan Stochastic Oscillator.  Namun  kali  ini  kita  tidak  akan menggunakan  batasan  20-80  dalam penggunaan Williams %R tetapi batasan 50-50. Jadi jika Williams %R menunjukkan arah naik dan tidak berada dibawah batasan -50 maka itu menunjukkan harga sedang bergerak naik menurut Williams.

Lalu bagaimana aturan untuk entry pada 30M time frame ini? Sederhana. Pertama yang perlu  Anda ketahui  adalah sebuah posisi  Buy atau  Sell  tidak  akan  dilakukan tanpa mengikuti arah dari trend confirmator pada grafik 4H sebelumnya. Maksudnya begini: bila grafik 4H menunjukkan kondisi saat ini adalah uptrend maka pembukaan posisi hanya akan mencari posisi Buy dan posisi Open Sell tidak akan pernah diambil. Sebaliknya bila grafik 4H menunjukkan arah downtrend maka kita hanya akan mencari posisi Open Sell saja dan tidak akan pernah membuka posisi Open Buy seberapa pun bagusnya grafik 1H terlihat naik.

OpeBuy akan kita lakukan hanya bila grafik 4H menunjukkan trend naik dan pada grafik 15M, XMA serta Stochastic menunjukkan arah naik dan Williams %R tidak berada di area -50 hingga -100. O ya sekedar informasi, rentang pergerakan Wiliams %R adalah di 0 hingga -100. Sedikit berbeda dengan RSI atau Stochastic yang berada pada rentang gerak 0-100.

OpeSell hanya akan kita lakukan bila 4H menunjukkan trend turun dan XMA serta Stochastic kita menunjukkan arah turun dan tentunya Williams %R berada pada area -50 hingga -100.

Ok sekarang masalah berita fundamental. Ada beberapa pilihan ketika Anda menghadapi berita fundamental.

1.  Membuka posisi sebelum berita fundamental terjadi
2.  Membuka posisi ketika berita fundamental terjadi
3.  Membuka  posisi  setelah  berita  fundamental  terjadi  untuk  mengambil  harga koreksi
4.  Tidak membuka posisi sama sekali ketika mendekati berita fundamental atau beberapa saat setelah berita fundamental terjadi.

Untuk saat ini baiklah kita mengambil pilihan no 4 saja. Artinya sebisa mungkin kita akan menghindari berita fundamental dan tidak membuka posisi beberapa saat sebelum dan setelah berita fundamental terjadi. Ini untuk memudahkan kita dikarenakan ketika berita fundamental muncul biasanya harga digerakkan oleh emosi pasar sementara dan cenderung tidak dapat diprediksi secara teknikal.

Hoplaa,  cukup  melelahkan  untuk  menyusunnyaLangkah  berikutnya  tidak  sesulit langkah kedua ini. Ada beberapa sentuhan akhir yang akan kita ambil setelah ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar