Selasa, 07 Agustus 2012

Maximum Drawdown

Yang dimaksud dengan maximum drawdown adalah berapa besarnya loss berturut-turut yang   mungkin   terjadi   dalam   trading   Anda.   Mari   Kita   mulai  dengan sebuah perumpamaan:   Katakanlah   Kita   memiliki   sebuah   trading  system yang   mampu memberikan akurasi profit sebesar 70% dalam tiap bulannya. Artinya dalam satu bulan maka kemungkinan Kita memperoleh profit dari model trading yang Kita miliki adalah
70% dan 30% lainnya adalah loss. Atau dalam 100 kali transaksi maka 70 kali posisi yang Kita buka adalah untung dan 30 lainnya rugi. Lumayan bagus bukan?

Tetapi itu saja tidak cukup. Money management menentukan disini. Bagaimana apabila Kita mengalami loss yang 30 kali itu secara berturut turut? Jadi dari trade pertama hingga trade ke tiga puluh Kita mengalami loss dan barulah trade ke 31 hingga ke 100 profit Kita peroleh. Nah masalahnya apakah dana yang tersisa setelah trade ke 30 masih mencukupi untuk  bertransaksi  di  trade  ke  31  dan  seterusnya?  Inilah  yang  dimaksud  dengan drawdown. Berapa besarnya drawdown maksimum yang mungkin terjadi?

Mungkin ada diantara Anda yang berkata: “Wah tidak mungkin Saya mengalami loss 30 kali berturut-turut!” Kenapa tidak? Bukankah Kita bukan dewa? Atau tidak perlu 30 kali
10 kali saja mungkin sudah membuat Kita berpikir berulang kali dengan sistem trading
Kita.

Ok, kembali ke kasus 30 kali loss berturut-turut itu. Jadi bagaimana solusinya? Solusinya ada beberapa cara:

Memperbaiki sistem trading Anda sehingga tidak lagi menjadi 70:30 misalnya menjadi
90:10.

Kelihatannya memang sangat baik bukan? Tapi ini jelas tidak mudah. Memiliki sistem yang   mampu   memprediksi   90   persen   pergerakan   harga   dengan   akurat   tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat kalau tidak mau Kita katakan bertahun-tahun. Ya ini memang solusi teoritis terbaiknya namun secara realistis ini sulit.

Solusi 1: Memperbesar modal

Nah ini masih lebih mungkin dibandingkan dengan solusi pertama tadi. Dengan memperbesar modal maka Kita memiliki buffer yang lebih besar untuk menahan loss agregat tadi. Tentu saja jumlah lot yang terbuka harus tetap dan tidak boleh bertambah dalam tiap kali transaksi. Namun kendala disini adalah apabila dana yang Kita miliki terbatas. Dalam keadaan seperti ini Kita harus kembali ke solusi pertama atau solusi ketiga dibawah ini.

Solusi 2: Memperkecil loss per transaksi

Nah ini solusi sederhana dan rasanya lebih dapat diterima. Maksudnya apabila tadinya Kita menggunakan katakanlah 10% dari dana Kita untuk bertransaksi yaitu untuk menentukan besarnya Stop Loss maka Kita perlu menguranginya menjadi misalnya 5%. Begini lho maksudnya, apabila Anda menggunakan 10% dengan modal 1000 itu artinya stop loss Anda besarnya 100 points (1000 x 10% = 100) sedangkan apabila menggunakan 5% maka stop loss Anda besarnya 50 points.

Mari Kita lihat contoh kasus berikut ini. Katakanlah Kita menggunakan modal sebesar
$1000 dan hanya membuka posisi sebanyak 1 lot tiap kali transaksinya. Mari Kita lihat bagaimana  perbandingannya  apabila  Kita  mengalami  drawdown  sebanyak  30  kali (hegh… drawdown 30 kali memang benar-benar membuat Kita tenggelam. Bahkan Saya yang menuliskannya pun tidak dapat membayangkan apabila itu menimpa Saya. Untunglah belum pernah terjadi pada Saya hehehe):


Transaksi ke
Total Modal ($)
10%  dari  total dana ($)
Total
Modal
5% dari total dana
1.
1000
100
1000
50
2.
900
90
950
48
3.
810
81
903
45
4.
729
73
857
43
5.
656
66
815
41
6.
590
59
774
39
7.
531
53
735
37
8.
478
48
698
35
9.
430
43
663
33
10.
387
39
630
32
11.
349
35
599
30
12.
314
31
569
28
13.
282
28
540
27
14.
254
25
513
26
15.
229
23
488
24
16.
206
21
463
23
17.
185
19
440
22
18.
167
17
418
21
19.
150
15
397
20
20.
135
14
377
19
21.
122
12
358
18
22.
109
11
341
17
23.
98
10
324
16
24.
89
9
307
15
25.
80
8
292
15
26.
72
7
277
14
27.
65
6
264
13
28.
58
6
250
13
29.
52
5
238
12
30.
47
5
226
11
Perhatikan bahwa pada drawdown ke 30, dana yang tersisa dengan menggunakan 10% dari total modal maka tersisa hanya sebesar 47$. Sedangkan dengan menggunakan 5% tersisa 226$. Berbeda 5 kali lipat! Dengan sisa dana $47, apa yang bisa Kita lakukan? Bahkan untuk membeli AUDUSD sebanyak 1 lot pun tidak bisa. Hanya injection yang bisa.

Dengan demikian maka kesimpulannya semakin kecil persentase modal yang digunakan semakin aman trading Kita jadinya. Namun tentu saja ada kendala-kendala yang perlu Anda lalui untuk dapat mencapai persentase yang kecil seperti itu. Diantaranya adalah sanggupkah Anda bertrading dengan Stop Loss yang lebih sempit dari biasanya? Nah ini perlu dipertimbangkan lagi.

Lalu berapa persentase terbaik? Beberapa trader profesional mengatakan besaran terbaik adalah dibawah dari 2%! Jadi 5% tadi masih terlalu besar sesungguhnya. Dengan 2% apabila Anda memiliki modal sebesar $1000 maka Stop Loss Anda perlu digeser menjadi hanya 20 points saja. Sangat kecil bagi seorang Swing Trader. Tapi itu adalah persentase yang benar. Artinya jika Anda hendak bermain swing maka gunakan dana yang lebih besar. Ingat, modal tidak bisa dibohongi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar