Sabtu, 30 Maret 2013

KAFALAH

Akad jaminan satu pihak kepada pihak lain. Dalam lembaga keuangan biasanya digunakan untuk membuat garansi atas suatu proyek (performance bond), partisipasi dalam tender (tender bond) atau pembayaran lebih dulu (advance payment bond).

WAKALAH

Akad perwakilan antara satu pihak kepada yang lain. Wakalah   biasanya   diterapkan   untuk   pembuatan Letter of Credit, atas pembelian barang di luar negeri (L/C Import) atau penerusan permintaan.

PRINSIP SYARIAH

Aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank  dan  nasabah  untuk  penyimpanan  dana  dan atau pembiayaan kegiatan usaha atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah.

Weekly Initial Jobless Claims

Adalah rata-rata per minggu jumlah klaim baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran. Data  ini  menyediakan laporan yang up-to-date, meski juga seringkali keliru, tentang tren perekonomian, dengan peningkatan (penurunan) pada  data  ini  berpotensi mengindikasikan terjadinya pelambatan (percepatan) tingkat pertumbuhan tenaga kerja.

Karena dirilis mingguan, data ini bisa menjadi sangat sensitif dan fluktuatif. Para analis lebih memilih rata-rata pergerakan per 4 minggu dari data ini untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Non-farm Payrolls (NFP)

Jumlah tenaga kerja baru dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part- time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik.

Indeks ini mencerminkan kondisi sektor komersil & industri. Semakin tinggi nilainya mengindikasikan tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi

Factory Orders

Adalah data yang menghitung nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal.

Data pesanan barang ini  memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka  data  yang  lebih  besar  berarti  semakin tingginya tingkat permintaan pasar.  Artinya ekonomi akan semakin lebih baik.

Minggu, 24 Maret 2013

Mengenal Valuta Asing

Valuta asing atau biasa disebut juga dengan kata lain seperti valas, foreign exchange, forex atau juga fx adalah mata uang yang di keluarkan sebagai alat pembayaran yang sah di negara lain.
Uang selain di gunakan sebagai alat pembayaran yang sah, juga mempunyai fungsi-fungsi lainnya
antara lain sebagai tolak ukur kekayaan sesorang, tingkat daya beli seseorang, danjuga sebagai alat untuk  mengukur  tingkat  kesejahteraan  seseorang.  Dalam  perkembangannya  uang  berkembang menjadi komoditas yang bisa di perdagangkan. Pasar valuta asing sendiri mengalami pertumbuhan yang  pesat  pada awal decade  70’an.  Adapun  yang  menyebabkan  pasar  valuta  asing  bertumbuh dengan pesat antara lain adalah:
  1. Pergerakan nilai valuta asing yang mengalami pergerakan cukup signifikan sehingga menarik bagi beberapa kalangan tertentu untuk berkecimpung di dalam pasar valuta asing.
  2. Bisnis yang semakin  mengglobal.  Dengan  semakin  sengitnya persaingan  bisnis membuat perusahaan harus mencari sumber daya baru yang lebih murah, dan tersebar di seluruh dunia sehingga menimbulkan permintaan akan mata uang suatu negara tertentu.
  3. Perkembangan  telekomunikasi  yang  begitu  cepat  dengan  adanya  sarana  telepon,  telex,faaximile,   internet  maka memudahkan  para pelaku pasar untuk berkomunikasi  sehingga transaksi lebih mudah di lakukan.
  4. Keuntungan yang di peroleh di pasar valuta yang cenderung besar meningkatakan keinginan berbagai pihak berusaha memperoleh gain dari pergerakan valuta asing.

Pergerakan nilai valuta asing yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu karena hukum demand dan supply selalu melibatkan berbagai pelaku pasar yang mempunyai berbagai kepentingan. Pelaku pasar tersebut antara lain adalah :
  1. Perusahaan.Untuk  meningkatkan  daya  saing  dan  menekan  biaya  produksi  perusahaan selalu  melakukan  eksplorasi  terhadap  berbagai sumber-sumber  daya yang baru dan yang lebih murah. Bisanya kita menyebut kegiatan ini dengan kegiatan impor. Dan perusahaan juga akan selalu melakukan kegiatan eksplorasi market untuk memperluas jaringan distribusi barang dan jasa yang telah di produksi oleh perusahaan tersebut yang pada akhirnya akan timbul pendapatan dalam mata uang lain. Biasanya kita menyebut kegitatan tersebut dengan ekspor. Karena ada kegiatan impor dan ekspor inilah perusahaan kadang memerlukan mata uang negara lain dengan jumlah yang cukup besar.
  2. Masyarakat atau perorangan. Masyarakat atau perorangan dapat melakukan transaksi valuta asing di sebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah kegiatan spekulasi, yaitu dengan memanfaatkan fluktuasi pergerakan nilai valuta asing untuk memperoleh keuntungan. Faktor kedua adalah kebutuhan konsumsi pada saat berada di luar negeri. Contoh saja ada sebuah keluarga yang melakukan perjalanan keluar negeri sebut saja negara Amerika. Pada saat mereka akan melakukan kegiatan konsumsi di Amerika maka mereka tidak bisa membayarnya dengan rupiah karena mata uang yang berlaku di Amerika adalah dolar Amerika, sehingga mereka mau tidak mau harus menukarkan uangnya terlebih dahulu ke dalam dolar Amerika. Contoh lainnya adalah seorang ayah yang akan membiayai sekolah anaknya di Australia maka sang ayah harus menukarkan uangnya kedalam bentuk Australian dolar terlebih dahulu.
  3. Bank Umum. Bank umum melakukan transaksi jual beli valas untuk berbagai keperluan antara lain melayani nasabah yang ingin menukarkan uangnya kedalam bentuk mata uang lain. Untuk memenuhi kewajibannya dalam bentuk valuta asing.
  4. Broker. Broker adalah perusahaan yang menjadi perantara terjadinya transaksi valuta asing. Mereka membantu kita untuk mencarikan pembeli ataupun penjual.
  5. Pemerintah. Pemerintah melakukan transaksi valuta asing untuk berbagai tujuan antara lain membayar hutang luar negeri, menerima pendapatan dari luar negeri yang harus di tukarkan lagi kedalam mata uang local.
6.   Bank Sentral. Di banyak negara bank sentral adalah lembaga independent yang bertugas menstabilkan mata uangnya. Biasanya bank sentral melakukan jual beli valuta asing dalam rangka menstabilkan nilai tukar mata uangnya yang biasa disebut dengan kegiatan intervensi.

Jumat, 22 Maret 2013

Depresiasi - Devaluasi

  • Depresiasi adalah peningkatan harga mata uang asing di dalam negeri. Atau menurunnya nilai mata uang domestik dikaitkan dengan mata uang asing, yang disebabkan karena mekanisme pasar.
  •  Istilah lain yang menunjukkan penurunan nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing adalah Devaluasi.
  • Devaluasi adalah peningkatan harga mata uang asing di dalam negeri. Atau menurunnya nilai mata uang domestik dikaitkan dengan mata uang asing, yang dilakukan dengan sengaja oleh pemerintah melalui kebijakan moneter.
  • Apresiasi adalah penurunan harga mata uang asing di dalam negeri. Atau meningkatnya nilai mata uang domestik dikaitkan dengan mata uang asing.
  • Istilah lain yang menunjukkan peningkatan nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing adalah Revaluasi.
  • Revaluasi adalah penurunan harga mata uang asing di dalam negeri. Atau meningkatnya nilai mata uang domestik dikaitkan dengan mata uang asing yang dilakukan dengan sengaja oleh pemerintah melalui kebijakan moneter.

S p e k u l a s i

Spekulasi berlawanan dengan arbitrase atau hedging. Arbitrase dan hedging berusaha menghindari resiko dari perubahan nilai tukar di kemudian hari, sedangkan spekulasi sengaja menghadapi resiko adanya perubahan nilai tukar, dengan tujuan mendapatkan untung. Seperti halnya hedging, spekulasi dapat dilakukan di spot atau forward market.
  • Jika seorang spekulator percaya bahwa spot rate suatu mata uang tertentu akan naik, dia dapat membeli mata uang tersebut sekarang dan menyimpannya dalam bentuk deposito di bank untuk dijual di kemudian hari. Jika spekulator tersebut benar dan spot rate benar-benar naik, dia mendapat untung dari setiap mata uang yang dimilikinya sebesar perbedaan antara spot rate pada saat dia membeli mata uang dengan spot rate pada saat dia menjual mata uang tersebut. Jika perkiraan spekulator tersebut salah dan ternyata spot rate turun dikemudian hari, maka dia menderita kerugian, karena dia harus menjual mata uang pada tingkat harga (kurs) yang lebih rendah daripada kurs pada saat dia membeli mata uang tersebut.
  • Sebaliknya, jika spekulator memperkirakan bahwa spot rate akan turun di kemudian hari, dia akan meminjam sejumlah mata uang asing untuk tiga bulan (misalnya), dan dengan segera menukarkan mata uang asing tersebut dengan mata uang domestik pada nilai tukar sekarang (spot rate), dan mendepositokan mata uang domestik tesebut untuk mendapatkan bunga. Setelah tiga bulan, jika spot rate mata uang asing lebih rendah, dari yang dia perkirakan, dia mendapat untung dari pembelian mata uang asing (untuk membayar pinjaman) pada kurs (spot rate) yang lebih rendah. Tentu saja spekulator baru akan memperoleh untung, jika spot rate yang baru ini harus cukup lebih rendah dari spot rate sebelumnya, juga harus dapat menutupi kemungkinan lebih tinggginya suku bunga deposito dalam mata uang asing dibandingkan deposito mata uang domestik. Jika spot rate dalam tiga bulan lebih tinggi daripada spot rate sebelumnya, maka spekulator mengalami kerugian
.Dari dua contoh di atas, spekulator beroperasi di spot market dan keduanya harus menahan dana mereka atau harus meminjam untuk berspekulasi. Oleh karena itu untuk menutupi kekurangan dana yang diperlukan untuk spekulasi, spekulasi seperti halnya hedging dapat dilakukan pada forward market.

Misalnya, jika spekulator percaya bahwa spot rate untuk suatu mata uang asing tiga bulan yang akan datang akan lebih tinggi dari spot rate sekarang, maka spekulator akan membeli mata uang tersebut di forward market, dengan cara membuat kontrak untuk membeli mata uang asing dengan nilai tukar sekarang sebagai forward rate, dan akan membayarny tiga bulan kemudian. Setelah tiga bulan, jika dia benar, dia akan menerima sejumlah mata uang asing dengan harga (forward rate yang telah
disepakati sebelumnya) yang lebih rendah dari kurs pada saat itu (spot rate), dan dengan segera dia menjual mata uang asing tersebut dengan spot rate yang lebih tinggi.

Sebaliknya, jika spekulator tersebut salah dan spot rate (tiga bulan kemudian) lebih rendah dari forward rate yang telah disepakati, dia rugi.

Jual Beli Valas

Dalam konteks ekonomi, saat ini rasanya tidak ada Negara yang dapat mandiri, yaitu memenuhi sendiri semua kebutuhannya tanpa perlu  melakukan  perdagangan  dengan  Negara  lain.  Itulah  yang disebut dengan globalisasi. Ketika melakukan perdagangan dengan orang  dari  Negara  lain  maka  hambatan  pertama  yang  dihadapi adalah perbedaan mata uang.
Perdagangan internasional harus dilakukan dengan salah satu mata uang  yang  disepakati.  Itu  berarti  salah  satu  pihak  harus  mau
mengalah untuk menggunakan mata uang asing (valuta asing disingkat  valas). Berarti akan terjadi jual beli mata uang (al sharf). Masalahnya, bolehkan jual beli mata uang?

Jual beli valas pada prinsipnya boleh dengan syarat: (1) tidak untuk spekulasi, (2) ada kebutuhan transaksi atau berjaga-jaga (simpanan), (3) bila transaksi terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan dilakukan secara tunai, (4) bila mata uangnya berbeda maka dilaksanakan berdasarkan nilai tukar (kurs) yang berlaku dan dilakukan secara tunai.
Sedangkan jenis transaksi (jual beli) valas ada 4 macam, yaitu: Pertama, spot, yaitu jual beli valas secara tunai berdasarkan kurs
yang berlaku, walau penyerahannya tidak harus hari yang sama (paling lama dua hari). Dewan Syariah Nasional (DSN) menghalalkan transaksi ini. Dengan   demikian tidak akan ada spekulasi. Ketika akan melaksanakan haji atau umrah maka dibutuhkan uang riyal (Arab  Saudi)  sehingga  harus  melakukan  jual  beli  mata  uang  (al sharf).

Kedua,   forward, yaitu jual beli valas yang disepakati berdasarkan kurs  hari  ini  untuk  waktu  yang  akan  datang.  DSN  melarang transaksi ini. Bagaimana bila kita butuh valas untuk waktu yang akan datang, bolehkan kita memastikan untuk ketersediannya. Dalam hal ini dapat dilakukan forward agreement, yaitu perjanjian untuk menyediakan valas dimasa depan, tapi dengan kurs yang berlaku pada saat itu. Artinya, transaksinya dilakukan secara spot.

Ketiga, swap, yaitu jual beli valas secara spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara penjualan valas yang sama dengan harga forward.  DSN  melarang  transaksi  ini  karena  mengandung  unsur maisir (spekulasi). Keempat, option, yaitu kontrak untuk memperoleh hak alam rangka membeli atau hak menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unit valas pada harga dan jangka waktu atau tanggal ahir tertentu. DSN melarang transaksi ini karena menganung unsur maisir (spekulasi).

Prinsip syariah dalam jual beli mata uang ini ternyata mampu menstabilkan nilai mata uang karena melarang jual beli mata uang kecuali untuk membiayai transaksi. Justru saat ini akibat globalisasi maka nilai mata uang mengalami ketidakstabilan, yang telah menyebabkan banyak Negara mengakami krisis ekonomi (termasuk Indonesia). Ketidakstabilan nilai mata uang adalah sumber keuntungan dalam  jual beli mata  uang, karena itu, harus  dijaga volatilitas (turun naiknya) nilai mata uang. Eropa misalnya memilih penyatuan mata uang (euro) sehingga tidak memungkinkan terjadi jual beli mata uang. Dengan demikian, nilai mata uang akan stabil. Ternyata syariah punya perspektif jangka panjang dan melindungi manusia dari situasi yang sulit-kacau.

Kamis, 21 Maret 2013

Golongan kongesti dan kesinambungan (congestion and continuation patterns)


Pada  pola  kepala  dan  bahu  naik  yang  berada  di  pasar  yang  sedang  menguat,  maka kepalanya berada lebih rendah daripada kedua bahunya. Interpretasi gerak harga adalah juga seperti untuk pola versi gerak baliknya dan bisa dijadikan sebagai pedoman tindakan jual-beli.

Tertiary Index

Adalah data yang menghitung tingkat permintaan sektor jasa.

Personal Consumption/Spending

Adalah indikasi dari jumlah yang dibelanjakan untuk barang dan jasa dalam suatu periode waktu (bulan) tertentu.

Initial (Jobless) Claims

Definisi: Indeks pemerintah yang mencatat jumlah penduduk yang untuk pertama kalinya mengisi klaim tunjangan bagi pengangguran.

Guna: Para investor memanfaatkan rata-rata empat mingguan indikator ini untuk memprediksikan tren ketenagakerjaan. Perubahan sebesar 30.000 atau lebih menunjukkan perubahan yang substansial dalam pertumbuhan lapangan kerja. Semakin rendah angka indeks, semakin kuat kondisi ketenagakerjaan.
Sumber: The Employment and Training Administration of the Department of Labor. Jadwal Rilis: Kamis, 08:30 ET (19:30 WIB summer, atau 20:30 WIB winter). Data untuk
pekan yang berakhir Sabtu sebelumnya.

Frekuensi: Mingguan.

Revisi:  Angka revisi  pekan  sebelumnya  dirilis  setiap  Kamis,  dan jarang  berpengaruh signifikan bagi market.

Akses Data: http://www.workforcesecurity.doleta.gov/unemploy/claims_arch.asp

Foreign Purchases of US Securities (TICS Data)

Adalah data yang menghitung jumlah arus modal yang masuk dari para investor asing.

Consumer Price Index (CPI)


Adalah data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan  dan dianggap  juga sebagai  indikator  keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.

Tidak seperti indikator  inflasi lainnya,  yang  hanya  mencakup  barang-barang  produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen  yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.