- Jika seorang spekulator percaya bahwa spot rate suatu mata uang tertentu akan naik, dia dapat membeli mata uang tersebut sekarang dan menyimpannya dalam bentuk deposito di bank untuk dijual di kemudian hari. Jika spekulator tersebut benar dan spot rate benar-benar naik, dia mendapat untung dari setiap mata uang yang dimilikinya sebesar perbedaan antara spot rate pada saat dia membeli mata uang dengan spot rate pada saat dia menjual mata uang tersebut. Jika perkiraan spekulator tersebut salah dan ternyata spot rate turun dikemudian hari, maka dia menderita kerugian, karena dia harus menjual mata uang pada tingkat harga (kurs) yang lebih rendah daripada kurs pada saat dia membeli mata uang tersebut.
- Sebaliknya, jika spekulator memperkirakan bahwa spot rate akan turun di kemudian hari, dia akan meminjam sejumlah mata uang asing untuk tiga bulan (misalnya), dan dengan segera menukarkan mata uang asing tersebut dengan mata uang domestik pada nilai tukar sekarang (spot rate), dan mendepositokan mata uang domestik tesebut untuk mendapatkan bunga. Setelah tiga bulan, jika spot rate mata uang asing lebih rendah, dari yang dia perkirakan, dia mendapat untung dari pembelian mata uang asing (untuk membayar pinjaman) pada kurs (spot rate) yang lebih rendah. Tentu saja spekulator baru akan memperoleh untung, jika spot rate yang baru ini harus cukup lebih rendah dari spot rate sebelumnya, juga harus dapat menutupi kemungkinan lebih tinggginya suku bunga deposito dalam mata uang asing dibandingkan deposito mata uang domestik. Jika spot rate dalam tiga bulan lebih tinggi daripada spot rate sebelumnya, maka spekulator mengalami kerugian
Misalnya, jika spekulator percaya bahwa spot rate untuk suatu mata uang asing tiga bulan yang akan datang akan lebih tinggi dari spot rate sekarang, maka spekulator akan membeli mata uang tersebut di forward market, dengan cara membuat kontrak untuk membeli mata uang asing dengan nilai tukar sekarang sebagai forward rate, dan akan membayarny tiga bulan kemudian. Setelah tiga bulan, jika dia benar, dia akan menerima sejumlah mata uang asing dengan harga (forward rate yang telah
disepakati sebelumnya) yang lebih rendah dari kurs pada saat itu (spot rate), dan dengan segera dia menjual mata uang asing tersebut dengan spot rate yang lebih tinggi.
Sebaliknya, jika spekulator tersebut salah dan spot rate (tiga bulan kemudian) lebih rendah dari forward rate yang telah disepakati, dia rugi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar